Minggu, Desember 16, 2007

Menonton Sepakbola di Lapangan Sebesar Nasi

Sebuah pertandingan sepakbola antar robot diadakan. Selain cemilan, Anda perlu mikroskop untuk menontonnya. Bayangkan, lapangannya hanya sebesar bulir nasi. Jakarta, Tak bisa dimungkiri, sepakbola adalah olahraga terpopuler di dunia. Piala dunia sepakbola yang digelar empat tahun sekali selalu menyita perhatian miliaran penduduk bumi, tak terkecuali pada 2006 lalu.
Di 2007 ini, piala dunia sepakbola kembali digelar. Namun bukan manusia yang memainkannya, melainkan robot. Pun, menariknya, robot yang memainkan bukan sembarang robot. Bentrok di lapangan melibatkan robot-robot berukuran nano, di mana 1 nanometer sama dengan sepermiliar meter.

Bisa Anda bayangkan, dengan robot sekecil itu, seberapa lebar lapangan yang diperlukan untuk laga internasional piala dunia. Para pemain bola robot yang berukuran enam kali lebih kecil dari amuba pun berlaga di lapangan yang hanya sebesar bulir sebuah nasi.

Adalah The Nation Institute of Standards and Technology (NIST) yang bernaung di bawah Departemen Perdagangan Amerika Serikat sebagai pencetus even sepakbola nyleneh ini dengan tajuk 2007 RoboCup. Ajang ini berlangsung di Atlanta pada tanggal 7-8 Juli 2007. Tujuan utama dari kompetisi ini adalah untuk menunjukkan inovasi terbaru dan kemajuan kemampuan artifisial intelijen buatan dari robot masa sekarang.

Pertandingan sepakbola dianggap sebagai ajang uji coba yang bagus karena pemain bola robot yang baik harus gesit dan mudah dikendalikan. Seperti dikutip detikINET dari Softpedia, Senin (2/7/2007), robot-robot yang dibangun dari beberapa komponen semikonduktor dengan panjang beberapa mikro ini merupakan yang terkecil dalam sejarah.

Robot-robot yang beradu dalam pertandingan ini berasal dari Universitas Carnegie Mellon, Akademi angkatan Laut Amerika Serikat, Universitas Simon Fraser Kanada dan Institut Teknologi Federal Swiss. Ukuran para pemain sepadan satu sama lain.

Dibutuhkan mikroskop optik untuk benar-benar bisa melihat para pemain robot mikro ini yang dikontrol dengan sebuah remote elektronik. Para penciptanya akan mendapatkan kesenangan dalam permainan sekaligus menunjukkan ekperimen keilmuan yang penting dalam level mesin berukuran sangat kecil.

Even utama akan termasuk gerakan zig zag, mencetak gol dengan waktu tercepat melalui sprint, juga keahlian mengolah bola di mana para robot harus mendribel sebanyak mungkin bola nano dalam waktu hanya 3 menit. Pun, bola nano ini hanya berdiameter sebesar rambut manusia.

sumber : itkomputer.com

Tidak ada komentar: